Cari Blog Ini



.

i like it

Minggu, 17 Oktober 2010

Gerak melingkar

Setiap hari kita selalu melihat sepeda motor, mobil, pesawat atau kendaraan beroda lainnya. Apa yang terjadi seandainya kendaraan tersebut tidak mempunyai roda ? yang pasti kendaraan tersebut tidak akan bergerak. Sepeda motor atau mobil dapat berpindah tempat dengan mudah karena rodanya berputar, demikian juga pesawat terbang tidak akan lepas landas jika terdapat kerusakan fungsi roda. Putaran roda merupakan salah satu contoh gerak melingkar yang selalu kita temui dalam kehidupan sehari-hari, walaupun sering luput dari perhatian kita. Permainan gasing merupakan contoh lainnya. Sangat banyak gerakan benda yang berbentuk melingkar yang dapat kita amati dalam kehidupan sehari-hari, termasuk gerakan mobil/sepeda motor pada tikungan jalan, gerakan planet kesayangan kita (bumi), planet-planet lainnya, satelit, bintang dan benda angkasa yang lain. Anda dapat menyebutnya satu persatu.
Setiap benda yang bergerak membentuk suatu lingkaran dikatakan melakukan gerakan melingkar. Sebelum membahas lebih jauh mengenai gerak melingkar, terlebih dahulu kita pelajari besaran-besaran fisis dalam gerak melingkar.
Besaran-Besaran Fisis dalam Gerak Melingkar
(Perpindahan Sudut, Kecepatan sudut dan Percepatan Sudut)
Dalam gerak lurus kita mengenal tiga besaran utama yaitu perpindahan (linear), kecepatan (linear) dan Percepatan (linear). Gerak melingkar juga memiliki tiga komponen tersebut, yaitu perpindahan sudut, kecepatan sudut dan percepatan sudut. Pada gerak lurus kita juga mengenal Gerak Lurus Beraturan dan Gerak Lurus Berubah Beraturan. Dalam gerak melingkar juga terdapat Gerak Melingkar Beraturan (GMB) dan Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB). Selengkapnya akan kita bahas satu persatu. Sekarang mari kita berkenalan (kaya manusia aja ya) dengan besaran-besaran dalam gerak melingkar dan melihat hubungannya dengan besaran fisis gerak lurus.
Perpindahan Sudut
Mari kita tinjau sebuah contoh gerak melingkar, misalnya gerak roda kendaraan yang berputar. Ketika roda berputar, tampak bahwa selain poros alias pusat roda, bagian lain roda lain selalu berpindah terhadap pusat roda sebagai kerangka acuan. Perpindahan pada gerak melingkar disebut perpindahan sudut. Bagaimana caranya kita mengukur perpindahan sudut ?
Ada tiga cara menghitung sudut. Cara pertama adalah menghitung sudut dalam derajat (o). Satu lingkaran penuh sama dengan 360o. Cara kedua adalah mengukur sudut dalam putaran. Satu lingkaran penuh sama dengan satu putaran. Dengan demikian, satu putaran = 360o. Cara ketiga adalah dengan radian. Radian adalah satuan Sistem Internasional (SI) untuk perpindahan sudut, sehingga satuan ini akan sering kita gunakan dalam perhitungan. Bagaimana mengukur sudut dengan radian ?
Mari kita amati gambar di bawah ini.
< ![endif]-->
Nilai radian dalam sudut adalah perbandingan antara jarak linear x dengan jari-jari roda r. Jadi,
< ![endif]-->
Perhatikan bahwa satu putaran sama dengan keliling lingkaran, sehingga dari persamaan di atas, diperoleh :
< ![endif]-->
Derajat, putaran dan radian adalah besaran yang tidak memiliki dimensi. Jadi, jika ketiga satuan ini terlibat dalam suatu perhitungan, ketiganya tidak mengubah satuan yang lain.
Kecepatan Sudut
Dalam gerak lurus, kecepatan gerak benda umumnya dinyatakan dengan satuan km/jam atau m/s. Telah kita ketahui bahwa tiap bagian yang berbeda pada benda yang melakukan gerak lurus memiliki kecepatan yang sama, misalnya bagian depan mobil mempunyai kecepatan yang sama dengan bagian belakang mobil yang bergerak lurus.
Dalam gerak melingkar, bagian yang berbeda memiliki kecepatan yang berbeda. Misalnya gerak roda yang berputar. Bagian roda yang dekat dengan poros bergerak dengan kecepatan linear yang lebih kecil, sedangkan bagian yang jauh dari poros alias pusat roda bergerak dengan kecepatan linear yang lebih besar. Oleh karena itu, bila kita menyatakan roda bergerak melingkar dengan kelajuan 10 m/s maka hal tersebut tidak bermakna, tetapi kita bisa mengatakan tepi roda bergerak dengan kelajuan 10 m/s.
Pada gerak melingkar, kelajuan rotasi benda dinyatakan dengan putaran per menit (biasa disingkat rpmrevolution per minute). Kelajuan yang dinyatakan dengan satuan rpm adalah kelajuan sudut. Dalam gerak melingkar, kita juga dapat menyatakan arah putaran. misalnya kita menggunakan arah putaran jarum jam sebagai patokan. Oleh karena itu, kita dapat menyatakan kecepatan sudut, di mana selain menyatakan kelajuan sudut, juga menyatakan arahnya (ingat perbedaan kelajuan dan kecepatan, mengenai hal ini sudah Gurumuda terangkan pada Pokok bahasan Kinematika). Jika kecepatan pada gerak lurus disebut kecepatan linear (benda bergerak pada lintasan lurus), maka kecepatan pada gerak melingkar disebut kecepatan sudut, karena benda bergerak melalui sudut tertentu.
Terdapat dua jenis kecepatan pada Gerak Lurus, yakni kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat. Kita dapat mengetahui kecepatan rata-rata pada Gerak Lurus dengan membandingkan besarnya perpindahan yang ditempuh oleh benda dan waktu yang dibutuhkan benda untuk bergerak . Nah, pada gerak melingkar, kita dapat menghitung kecepatan sudut rata-rata dengan membandingkan perpindahan sudut dengan selang waktu yang dibutuhkan ketika benda berputar. Secara matematis kita tulis :
Bagaimana dengan kecepatan sudut sesaat ?
Kecepatan sudut sesaat kita diperoleh dengan membandingkan perpindahan sudut dengan selang waktu yang sangat singkat. Secara matematis kita tulis :
< ![endif]-->
Sesuai dengan kesepakatan ilmiah, jika ditulis kecepatan sudut maka yang dimaksud adalah kecepatan sudut sesaat. Kecepatan sudut < ![endif]-->
  Contoh dari gambar gerak melingkar
Sumber dari:www.gurumuda.com

FISIKA

Pertama aku amsuk sekolah di smp 1 genteng ada sebuah pelajaran bagiku sangat menantang yaitu fisika.Aku ingin jadi seorang master fisika.Aku belajar tentang besaran,satuan GLB,GLBB,tapi aku pusing ketika ,menghadapi angka-angka yang berhubungan dengan rumus.Tapi aku les sana-sini..Dan ketika duduk di kelas 2 smp aku mendapat pelajaran tentang gaya.Waktu aku duduk di sd aku jga mndapat pelajaran itu,yaitu pelajaran gaya dan energi.Tapi di smp lebih merinci dan lebih banyak rumus,,wih pokoknya aku suka fisika..Aku pingin jadi master dan menemukan benda yang belum pernah di temukan,,

Spentuteng eph'anatic

Spentuteng yaitu sekolahku yg bernama smp 1 genteng.Tempatnya berada di Jln.Bromo No 49 Genteng,tepatnya di belakang kantor polisi.Aku bangga sekolah di smp 1 genteng karena disana sekolah bertaraf Internasional.Sekolahku tidak sekolah orang elit,smp 1 genteng hanya unggul dalam prestasi.Banyak yg bilang smp 1 genteng tarif perbulannya mahal.Padahal gak di smp 1 genteng jika gak kuat membayar bisa gratis.Kalian bisa datang ke sekolahku.Terus aku punya kelas dengan sebutan eph'anatic yaitu sebutan kelas 8f.Aku senang bisa bertemu anak eph'anatic yang gokil dan mengalahkan gokilnya si chabhee(kelasku wktu klas 7).Wih seneng banget dengan wali kelas Bu Purwati.Punya teman kayak nadya,yusi,malinda,ajeng,pandu,dan masih banyak lagi deh.Pokoknya aku bangga dan senang bisa sekolah di smp 1 genteng.
Tekanan (p) adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A).
p = \frac{F}{A}
Satuan tekanan sering digunakan untuk mengukur kekuatan dari suatu cairan atau gas.
Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan volume (isi) dan suhu. Semakin tinggi tekanan di dalam suatu tempat dengan isi yang sama, maka suhu akan semakin tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa suhu di pegunungan lebih rendah dari pada di dataran rendah, karena di dataran rendah tekanan lebih tinggi.
Rumus dari tekanan dapat juga digunakan untuk menerangkan mengapa pisau yang diasah dan permukaannya menipis menjadi tajam. Semakin kecil luas permukaan, dengan gaya yang sama akan dapatkan tekanan yang lebih tinggi.
Tekanan udara dapat diukur dengan menggunakan barometer

 Tekanan Hidrostatis

Tekanan Hidrostatis adalah tekanan yang terjadi di bawah air. Tekanan ini terjadi karena adanya berat air yang membuat cairan tersebut mengeluarkan tekanan. Tekanan sebuah cairan bergantung pada kedalaman cairan di dalam sebuah ruang dan gravitasi juga menentukan tekanan air tersebut.
Hubungan ini dirumuskan sebagai berikut: "P = ρgh" dimana ρ adalah masa jenis cairan, g (10 m/s2) adalah gravitasi, dan h adalah kedalaman cairan.

Sumber dari:wikipedia.org

DAFTAR PELAJARAN ePh’aNaTics


Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Upacara
Seni Budaya
Olahraga
Bhs.Inggris
Seni Budaya
Fisika
Matematika
Seni Budaya
Olahraga
Bhs.Inggris
Agama
Fisika
Matematika
Matematika
BK
Biologi
Agama
Cakap
PKN
Matematika
Bhs.Indonesia
Biologi
ISTIRAHAT
Cakap
PKN
IPS
Bhs.Indonesia
Bhs.Jawa
Matematika
ISTIRAHAT
ISTIRAHAT
Matematika
Cakap
Bhs.Inggris
IPS
Bhs.Indonesia
Bhs.Jawa

Bhs.Indonesia
Bhs.Inggris
IPS
TIK
IPS

Bhs.Indonesia
Biologi
Fisika
TIK
IPS

Bhs.Indonesia
Biologi
Fisika
TIK
IPS



Keterangan:
Matematika:P.Irwan
Fisika:Miss Uut
Bhs.Inggris:Bu Supri
TIK:P.Budyo
PKN:P.Pri
Biologi:P.Hadi
Cakap:Miss Laili
IPS:Bu Pur
Bhs.Indonesia:Bu Is
Bhs.Jawa:P.Jumingan
Seni Budaya:Bu Indah
Olahraga:P.Sugiarto
Agama:Bu Musyawaroh

Alamat Website anak eph' anatics

NO
NAMA
Alamat website
1
Pandu  Putri
www.
2
Ajeng Risna L
www.
3
Alsyahallah Winoza
www.
4
Awang Bagus
www.
5
Nadya Khuswatun
www.
6
Tri Septi Fillayussi
www.
7
Yeni Indrawati
www.
8
Laras Aprilyanti Santoso
9
Mozy Denok
www.
10
Kukuh Prastya
www.
11
Dimas Wardiansyah
12
Zahra Amelia Achsani
www.
13
Malinda Dwi Cahyani
www.
14
Erwin Dwi Laksono
www.
15
Dadang Novianto
www.
16
Martha Eka Wijaya
www.
17
Rizki Isnantono Prabowo
18
Meylinda Anggrainy
www.
19
Febriansyah Ramadhan
www.
20
Mohammad Nasichun
www.
21
Rian Helmi
www.
22
Hendra Nuriawan
www.
23
Inneke Rossy
www.
24
Robith Arifqi
www.
25
Reza Yanuar
www.
26
Baraas
www.
27
Acmad Indra Oktori
www.
28
Dela Inka
29
Febriana Arum
30

www.